Kamis, 06 Maret 2014

Drs.A.Tindaon Kabid Prasarana : Kita Harus Akui Keterlambatan Penyelesaian Proyek DAK Dinas Pendidikan T.A 2013


Sidikalang – SIRA Online
Proyek DAK Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi untuk T.A 2013 penyelesainnya sampai bulan Pebruari 2014 harus kita akaui,dan bukan unsur kesengejaan,tapi banyak faktornya atas keterlambatan penyelesaian pembangunan fisik di jajaran Dinas Pendidikan ini.

Itulah pengakuan Kabid Prasaran Dinas Pendidikan Drs.A.Tindaon kepada Mitra (25/2) diruang kerjanya. Sebenarnya keterlambatan penyelesaian itu bukan unsur kesengajaaan dan melalaikan tugas,tapi banyak factor yang dihadapi,misalnya terlambatnya saat itu pengesahan APBD,menghadapi menjelang Pilkada Dairi,boleh juga dikatakan bahwa saya baru saja ditempatkan di Kabid Prasarana Dinas Pendidikan,namun itu bukan menjadi alasan yang utama,sebab Kabid Prasarana tidak pernah kosong,hanya orangnya cuman berganti urai mantan Kepsek SMA Negeri 2 jalan Air Bersih Sidikalang tersebut.

Tetapi keterlambatan dalam pelaksanan proyek Dinas ini ada yang sangat signifikan,atau dengangan kata lain yang harus kita ekstra hati melaksanakan dalam suatu petunjuk teknis baik itu dari pusat dan maupun didaerah itu sendiri,seperti adanya perubahan Juknis nomor 100 tahun 2013 yang sebelumnya nomor 79 dari kementerian pusat,tahunnya udah agak lupa aku ujar Tindaon.

Ketika Mitra juga menanyakan kepada Kabid Prasarana jumlah sekolah yang mendapat proyek fisik DAK tersebut, jumlah fisiknya ada sekitar 56 rehab fisik dan perabot yang di kerjaan para kepala sekolah diswakelolakan , Sekolah Dasar(SD) 42  ,untuk tingkat SLTP atau SMP 8 sekolah, SMA 5 dan SMK ada 1 seperti SMK Swasta HKBP Sidikalang .

Harapan saya kepada para wartwan supaya kita dapat terus berkomunikasi dengan baik,dimana ada kelemahan kami,tentunya insen Pers adalah selaku social kontrol selalu kita hargai atas masukan dan kritiknya,apalagi kritik untuk memajukan pendidikan di daerah kita ini ujarnya sambil mengakhiri percakapannya dengan Mitra.

Ditempat terpisah,SIRA Online juga menjumpai Kadis Pendidikan Drs.N. Tobing diruang kerjanya (27/2) untuk meminta tanggapannya tentang atas keterlambatan penyelesai proyek DAK Dinas pendidikan Kabupaten Dairi,sependapat apa yang disampaikan oleh Kabid Prasarana Dinas pendidikan A.Tindaon,dimana banyak factor penyebab atas pelaksanan proyek tersebut,salah satu contoh keterlambatan pengsahan APBD dan PAPBD,serta ada perobahan juknis baik itu di Pusat maupun di daerah ini sendiri.

Jadi kedepan kita berupaya untuk memperbaiki apa yang kurang pada  tahun 2013 yang lalu,dan menjadi suatu pelajaran bagi kami selaku Kepala Dinas di Dinas pendidikan Kabupaten Dairi secara khusus,dan secara umum di jajaran Dinas Pendidikan di Kabupaten Dairi yang kita cintai in urai mantan Kepala SMA Negeri 1 Sidikalang ini.(KT)

Keterangan foto : Kadis Pendidikan Kab.Dairi Drs. N.Tobing sedang member keterangan kepada Mitra.( Foto,dok.SIRA Online/KT)

Kapolres Dairi Tatap Muka dengan Para Tokoh


Sidikalang – SIRA Online
Kapolres Dairi AKBP Donni Damanik meminta para tokoh memberikan dukungan terhadap kepolisian untuk memberantas penyakit masyarakat seperti perjuadian,Narkoba ,Miras dan penyakit masyarakat lainnya, itulah himbawan Kapolres dalam pertemuan terhadap para tokoh masyarakat,tokoh Agama,tokoh pemuda yang ada di Kabupaten Dairi.

Acara pertemuan itu dilangsungkan di Aula Mapolres Dairi (21/2). Dan dihadiri para Kapolsek jajaran Polres Dairi,Kasdim 0206 Dairi serta para LSM dan Para wartawan.
Kapolres juga mengatakan kepada para tokoh masyarakat, dimana dalam tahun ini ada dua kegiatan secara nasional yang kita hadapi atau kita lakukan,seperti pemilihan Legis latif dan pemilihan Presiden. Tentu dalam situasi ini perlu kita kondusifkan Kabupaten Dairi ini untuk menjelang pemilu dan sesudah pemilu tersebut.

Peran tokoh masyarakat selalu kita harapkan,apalagi untuk menjaga Kamtibmas,demi pembanguna Kabupaten Dairi yang kita cintai ini. Kalau tidak kita menjaga ketertiban dan keamana siapa lagi,sebab polisi terbatas jumlah personilnya. Sebab kekondusifan daerah ini adalah kekondisifan kita bersama.

Disamping itu juga para tokoh Agama,tokoh pemuda,tokoh adat menyampaikan sikap dengan membacakan beberapa butir pernyataan dihadapan para peserta pertemuan  untuk ikut berperan dalam mengkondusifkan pelaksanaan Pileg dan pemilihan Presiden RI. (KT)

Asset Pemkab Dairi di Terlantarkan


Sidikalang - SIRA Online               
Gedung mewah yang bertahun-tahun ditelantarkan,  sehingga ditumbuhi semak belukar dan dinding bangunan terlihat sangat jorok.Kesannya merusak pandangan mata bila lewat seputaran bangunan yang memakan biaya miliaran itu.
Apalagi seperti bangunan “Cool Storage” (mesin pendingin) yang selalu dipertanyakan masyarakat keberadaanya yang saat ini tidak berfungsi,padahal bangunan tersebut adalah asset Pemkab Dairi yang tidak diurus alias diterlantarkan.
Masyarakat kesannya berasumsi duga menduga terhadap Pemkab sekarang yang tidak perduli memelihara bangunan itu,karena bukan Pemkab sekarang yang punya gagasan atau yang mengelola. Bila asumsi itu ada kebenarannya,tentu hal itu tidak perlu terjadi,sungguh disayangkan bila ada prinsip demikian,namanya itu tidak mambangun,dan harus karya siapapun itu,harus diteruskan dan dipelihara.
Sebenarnya bangunan itu semasa Bupati Dairi MP Tumanggor ,dan sebelumnya beroperasi dan mempekerjakan ratusan warga dan mesin pendingin ada di dalam ruangan. Tapi tahun belakangan ini, mesin pendingin sayur-mayur aset Pemkab Dairi tersebut tidak ada lagi.
Seharusnya mesin tersebut berada di dalam gedung dan dioperasikan sebagaimana progam Pemkab Dairi yang sudah ditetapkan. Bangunan PDR dan mesin pendingin tersebut sudah menjadi pertanyaan publik di Dairi.
Bangunan tersebut merupakan aset Pemkab Dairi termasuk tiga bangunan Balairung dan bangunan terminal mewah saling berdekatan yang juga terkesan diterlantarkan.
Warga sekitar menyebutkan,masih ingat ketika Pasar Domestik Regional ini beroperasi banyak menampung pekerja, sehingga dapat mensejahterakan masyarakat termasuk masyarakat Kecamatan Sitinjo.
Atas terlantarnya sejumlah bangunan aset Pyang kurang memperhatikan asaet Negara tersebut. Artinya kalau tidak mampu yah udahlah legowo saja. Kesannya kurang bertanggungjawab memelihara asset Negara tersebut.(KT)

Camat Silima Punggapungga : Saya Tidak Pernah Merambah Hutan


Sidikalang - SIRA Online
Camat Silimapunggapungga Kadir Boangmanalu kepada Mitra 20/2-2014 mengakui kalau dirinya mengelola lahan tersebut jadi tanaman pohon karet dan tanaman lainnya ada dasar hukum yang saya tempuh saat itu melalui berperkara.

Karena saya yakin kepada pemerintah bahwa hak ulayat masih berlaku di Kabupaten Dairi,jadi saya selaku putra Pakpak di Kabupaten Dairi tentu keyakinan itu pasti terujut,nyatanya terujut juga,walaupun yang saya perkarakan seluas 200 ha,namun yang dikabulkan hanya 75 ha. Dan inipun saya anggap kalah,karena gugatan saya tidak bisa terpenuhan 200 ha,sebut Kadir Boangmenalu yang saat ini kebetulan menjabat sebagai Camat Silima Punggapungga Kabupaten Dairi propinsi Sumut.

Mengenai mendapatkan lahan itu panjang ceritanya,bahkan prosesnya cukup lama,dimana saat itu kita sempat berperkara dengan pihak DPM sampai ke Makamah Agung.
Dan pada waktu itu saya berpekara dengan marga cibro selaku tergugat I dan pihak DPM selaku tergugak II . Dalam perkara itu saya daftarkan sekitar pada tahun 2001.

Jadi kalau adapun tuduhan saya dikatakan merambah hutan,itu tidak benar,yang saya usahai adalah ladang saya yang sudah berkekuatan hukum. Dan kenapa saya sebut berkekuatan hukum seperti Keputusan Pengadilan Negeri Sidikalang No.03/Pdt.G/2001/PN.Sdk.Tgl 12 Desember 2001. Yo.Kep.Peng.Tinggi Medan .No.64/PDT/2003/PT.MDN,Tgl 23 Juli 2003.Yo.Kep.Mahkamah Agung RI.No.2294/K/Pdt/2004.Tgl,31 Januari 2007. Yo.Putusan PK.No.112/PK/Pdt/2009. Tgl.14 Juli 2010.

Sebenarnya saat itu saya mendaftarkan perkara itu luas lahan yang saya gugat adalah seluas 200 ha,namun yang dikabulkan dalam putusan itu hanya 75 ha saja,dan itulah yang saya usahai sebagai tanaman kebun karet dan saya bukan menggarap.Memang beberapa  media menyebutkan bahwa saya merambah hutan,sebenarnya itu tidak benar,hanya lahan saya yang saya tanami  ujar Kadir Boangmenalu mengakhiri percakannya dengan wartawan SIRA Online.(KT)