Kamis, 06 Maret 2014

Asset Pemkab Dairi di Terlantarkan


Sidikalang - SIRA Online               
Gedung mewah yang bertahun-tahun ditelantarkan,  sehingga ditumbuhi semak belukar dan dinding bangunan terlihat sangat jorok.Kesannya merusak pandangan mata bila lewat seputaran bangunan yang memakan biaya miliaran itu.
Apalagi seperti bangunan “Cool Storage” (mesin pendingin) yang selalu dipertanyakan masyarakat keberadaanya yang saat ini tidak berfungsi,padahal bangunan tersebut adalah asset Pemkab Dairi yang tidak diurus alias diterlantarkan.
Masyarakat kesannya berasumsi duga menduga terhadap Pemkab sekarang yang tidak perduli memelihara bangunan itu,karena bukan Pemkab sekarang yang punya gagasan atau yang mengelola. Bila asumsi itu ada kebenarannya,tentu hal itu tidak perlu terjadi,sungguh disayangkan bila ada prinsip demikian,namanya itu tidak mambangun,dan harus karya siapapun itu,harus diteruskan dan dipelihara.
Sebenarnya bangunan itu semasa Bupati Dairi MP Tumanggor ,dan sebelumnya beroperasi dan mempekerjakan ratusan warga dan mesin pendingin ada di dalam ruangan. Tapi tahun belakangan ini, mesin pendingin sayur-mayur aset Pemkab Dairi tersebut tidak ada lagi.
Seharusnya mesin tersebut berada di dalam gedung dan dioperasikan sebagaimana progam Pemkab Dairi yang sudah ditetapkan. Bangunan PDR dan mesin pendingin tersebut sudah menjadi pertanyaan publik di Dairi.
Bangunan tersebut merupakan aset Pemkab Dairi termasuk tiga bangunan Balairung dan bangunan terminal mewah saling berdekatan yang juga terkesan diterlantarkan.
Warga sekitar menyebutkan,masih ingat ketika Pasar Domestik Regional ini beroperasi banyak menampung pekerja, sehingga dapat mensejahterakan masyarakat termasuk masyarakat Kecamatan Sitinjo.
Atas terlantarnya sejumlah bangunan aset Pyang kurang memperhatikan asaet Negara tersebut. Artinya kalau tidak mampu yah udahlah legowo saja. Kesannya kurang bertanggungjawab memelihara asset Negara tersebut.(KT)

Camat Silima Punggapungga : Saya Tidak Pernah Merambah Hutan


Sidikalang - SIRA Online
Camat Silimapunggapungga Kadir Boangmanalu kepada Mitra 20/2-2014 mengakui kalau dirinya mengelola lahan tersebut jadi tanaman pohon karet dan tanaman lainnya ada dasar hukum yang saya tempuh saat itu melalui berperkara.

Karena saya yakin kepada pemerintah bahwa hak ulayat masih berlaku di Kabupaten Dairi,jadi saya selaku putra Pakpak di Kabupaten Dairi tentu keyakinan itu pasti terujut,nyatanya terujut juga,walaupun yang saya perkarakan seluas 200 ha,namun yang dikabulkan hanya 75 ha. Dan inipun saya anggap kalah,karena gugatan saya tidak bisa terpenuhan 200 ha,sebut Kadir Boangmenalu yang saat ini kebetulan menjabat sebagai Camat Silima Punggapungga Kabupaten Dairi propinsi Sumut.

Mengenai mendapatkan lahan itu panjang ceritanya,bahkan prosesnya cukup lama,dimana saat itu kita sempat berperkara dengan pihak DPM sampai ke Makamah Agung.
Dan pada waktu itu saya berpekara dengan marga cibro selaku tergugat I dan pihak DPM selaku tergugak II . Dalam perkara itu saya daftarkan sekitar pada tahun 2001.

Jadi kalau adapun tuduhan saya dikatakan merambah hutan,itu tidak benar,yang saya usahai adalah ladang saya yang sudah berkekuatan hukum. Dan kenapa saya sebut berkekuatan hukum seperti Keputusan Pengadilan Negeri Sidikalang No.03/Pdt.G/2001/PN.Sdk.Tgl 12 Desember 2001. Yo.Kep.Peng.Tinggi Medan .No.64/PDT/2003/PT.MDN,Tgl 23 Juli 2003.Yo.Kep.Mahkamah Agung RI.No.2294/K/Pdt/2004.Tgl,31 Januari 2007. Yo.Putusan PK.No.112/PK/Pdt/2009. Tgl.14 Juli 2010.

Sebenarnya saat itu saya mendaftarkan perkara itu luas lahan yang saya gugat adalah seluas 200 ha,namun yang dikabulkan dalam putusan itu hanya 75 ha saja,dan itulah yang saya usahai sebagai tanaman kebun karet dan saya bukan menggarap.Memang beberapa  media menyebutkan bahwa saya merambah hutan,sebenarnya itu tidak benar,hanya lahan saya yang saya tanami  ujar Kadir Boangmenalu mengakhiri percakannya dengan wartawan SIRA Online.(KT)

Rabu, 08 Januari 2014

Masih Trauma, Dewi Persik Menikah Dua Tahun Lagi. Lihat beritanya di website :skurira

SKUSIRA Online :Jakarta - Dewi Persik mengaku masih merasa trauma dengan pernikahan. Tapi, menurutnya rasa tersebut harus segera dihilangkan agar ia bisa kembali membangun mahligai rumah tangga.

Pedangdut dan bintang film yang akrab disapa Depe itu pun sudah punya target untuk kembali memupuk kepercayaan dirinya. Menurutnya, ia ingin kembali menikah dua tahun lagi.

"Bukan nggak siap tapi takut gagal. Aku trauma lagi, pikirannya masih kerja. Aku tunggu dua tahun lagi," ungkapnya.

Depe mengaku sudah ada sosok kekasih yang saat ini menemaninya. Bahkan, sang pacar itu sudah mengenal baik orangtuanya.

"Dia sudah kenal sama ortu saya, sudah teleponan. Kalau disuruh nikah, ya nikah toh? Cinta itu nggak mudah, aku nggak mau gagal lagi, jadikan pembelajaran yang dulu. Kalau dia mau sabar, tunggu dua tahun," ujarnya.

Ahok: Jangan Mimpi Ada Polisi Sekarang Bisa Diajak Damai

SKUSIRA Online : Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI meminta masyarakat untuk sadar dan tertib dalam berlalu lintas. Hilangkan juga budaya menyuap polisi sebagai upaya 'damai' ketika ditilang polantas. Selain itu, polisi juga diminta untuk menolak tegas ketika diberikan 'uang damai'.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama atau Ahok menilai masyarakat masih punya anggapan kalau polisi masih bisa damai.

"Persepsi masyarakat polisi itu masih bisa damai, jangan ngimpi deh," tegas Ahok, Kamis (9/1/2014).

Hal ini diungkapkan Ahok usai bertemu dengan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Sujarno dan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol R Nurhadi Yuwono.

Dalam kesempatan yang sama, Sujarno mengakui bahwa budaya 'damai' masih ada dilakukan oleh oknum polisi. Ia katakan, pihaknya juga sudah menegaskan bahwa petugas di lapangan jangan mau menerima uang damai.

"Harapannya tidak ada (damai). Kita akui masih ada," ucap Sujarno.

Sujarno juga berharap, masyarakat juga menghilangkan budaya damai itu dan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pelanggaran.

"Masyarakat juga jangan melanggar dan tidak memberi uang damai kepada anggota," tandasnya.(relmetvnews) 

Keterangan foto  : Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama atau Ahok memberikan keterangan kepada wartawan.