Kamis, 06 Maret 2014

Kios Pasar Sidikalang Banyak Tidak Ditempai Para Pedagang



                                                                                    Sidikalang - SIRA Online
Siapakah yang bertanggungjawab ketika kios yang ada dipasar Sidikalang tidak ditempati atau dipakai para pedagang. Apakah melulu menjadi tanggungjawab PD Pasar,tentu jawabnya tidak,dan Pemkabpun harus bertanggungjawab.

Itulah pernyataan para pedagang yang mengaku Nyonya Sitanggang boru Panjaitan yang kebetulan membuka dagangannya berupa pecah belah di dalam pasar. Lihatlah kios-kios ini kosong tidak ada yang menempati,bahkan ada pula yang punya ini berjualan diluarsana,kamilah disini dan para pembeli jarang dating kesini.

Kami tidak tahu pemerintahan sekarang bagaiamana penataan pasar ini sehingga bisa kosong kios-kios ini,saying sekali uang Negara itu dihambur-hamburkan begitu saja tidak bermanfaat. Padahal pemilik kios ini ada yang punya,tapi tidak dimanfaatkan.

Ketika masa pak Tumanggor dulu Bupati Dairi,pasar ini boleh dikatakan masih tertata dengan baik,kalaupun ada sedikit disanasini kekurangan,tentu sebagai manusia biasa pasti ada kekurangan,sebab tidak ada yang sempurna di dunia yang fana ini.
Tapi gini ya pak wartawan,akau bukan membangga-banggakan yang berlebihan,dan tidak ada hubunganku dengan pak Tumanggor  itu. Dan jangan salah presepsi sama saya,namun itulah faktanya,dan fakta itu tidak boleh ditukang-tukangi alias mengada-ngada sebut Nyonya Sitanggang itu kepada wartawan.

Mudah-mudahan kepemimpinan yang sekarang jangan dibiarkan nasip rakyatnya seperti ini,termasuk saya sendiri yang selalu menjaga hasil dagangan  pecah belah saya yang jarang pembeli kesini.Kadangkala kami merasa gondok kepada PD Pasar dan mau emosi ketika mau menagih retribusi dari kami para pedagang. Apalah yang kami kasih retrebusi kepada PD Pasar,sementara hasil penjualan kami tidak ada,kadangkala uang makanpun tidak lepas.
Artinya yang saya maksud adalah,bila semua masuk yang diluar sana kedalam pajak/pasar Sidikalang ini sudah barang pasti  para pembelipun secara atomatis masuk kedalam juga. Namun kami tetap bertanya-tanya,kenapa mesti demikian kejadiannya,siapakah bermain dibaliklayar tentang pasar ini ujarnya.(KT)

Keterangan foto : 1. Kios-kios kosong di dalam pasar yang tidak ditempati sampai bertahun-tahun lamanya.(Foto.dok.SIRA Online/KT)

Keteranjgan foto : 2 . Balirung yang kosong melompong alias tidak ditempati. .(Foto.dok.SIRA Online/KT)

Penertiban PKL di Pasar Sidikalang Pergunakan Alat Berat


Sidikalang - SIRA Online.
Sebelumnya para petugas penertiban seperti Satpol PP,Kepolisian dari personil Perhubungan Dairi,Polres Dairi,anggota TNI dari Kodim 0206 Dairi kelihatan merasa tegang dan merasa was-was menghadapi para pedagang untuk menertibkan Pedagang Kali Lima(PKL) dipasar Sidikalang yang dilaksanakan pada hari Jumat,28/2.

Alat berat atau skopel mulai menyisir tempat para pedagang yang berjualan di badan jalan di sekitar komplek pasar Sidikalang tersebut,dan kelihatan para supir alat berat itu grogi untuk membersihkan parit-parit yang kebetulan selama ini para pedagang memanfaatkan tempat jualannya diatas parit yang dipenuhi dengan meja-meja tempat jualan para PKL itu.

Disamping para supir alat berat bekerja ,para petugas Satpol PP yang dipimpin oleh Drs.Erwin Sihotang juga selaku Kepala Satpol PP. Disamping itu juga dibantu dengan para  pegawai PD Pasar  Sidikalang melakukan secara prasuasif ,sekalin menghimbau dan membujuk para PKL agar tidak berjualan lagi di badan jalan karena mengganggu ketertiban lalulintas,supaya dapat menempati tempatnya yang sudah disediakan didalam pajak pasar Sidikalang.

Sebelumnya memang para PKL ngotot dan tidak mau pindah dari tempat jualan mereka karena mereka telah bertahun-tahun dibiarkan berjualan,bagaikan Pemkab tidak mau tahu,sehingga para pedagang merasa terkejut dan heran,tumben untuk penertiban para PKL,padahal selama ini pihak Pemkab membiarkan begitu saja para pedagang sesuka hatinya berjualan di badan jalan di komplek Pasar Sidikalang.

Melakukan pendekatan secara prasuasif kepada para pedagang tidak rupanya sulit,asalkan jangan duluan melakukan kekerasan,sebab kita harus maklum bahwa beliau-beliau adalah mencari nafkah untuk anak-anak mereka,sehingga kita tidak mau secara kekerasan.Apalagi yang didagangkan mereka adalah kebutuhan pokok untuk makanan kita dirumah sebut Erwin Sihotang sambil membujuk para pedagang agar masuk kedalam pajak.

Dalam penertiban itu,sebahagian para Kepala Dinas jajaran Pemkab Dairi,dan sebagai coordinator dari Pemkab dipimpin oleh Drs.DT. Padang,MM dan memberikan arahan kepada para petugas,baik itu Satpol PP,pihak Kepolisian,pihak anggota Kodim yang ikut membantu pengamanan penertiban para pedagang di badan jalan komplek pasar sidikalng.

DT.Padang mengharapkan juga agar lakukan secara pendekatan kepad beliau-beliau,dan saya yakin mereka pasti mengerti dan memahami apa yang kita lakukan ini,dan tidak sulit diarahkan mereka,sepanjang tidak kita neko-neko atas tugas kita selama ini. Contoh ketika saya pernah menjadi Kadis Pasar,bisa kita maksimalkan,maslah ada yang bandel dan keras kepala alias jogal,satu dua pasti ada sebut Padang.

Disamping itu juga sehari sebelumnya penertiban di komplek Pasar Sidikalang,Direktur Umum PD Pasar Sani Tarigan menyebutkan,sebenarnya kami juga telah menghimbau agar para pedagang yang berjualan di badan jalan supaya masuk kedalam,apalagi yang sudah mempunyai tempat ,dan pedagang yang diluar itu sebenarnya rata-rata mempunyai tempat didalam,namun mereka tidak mau berjualan disana,dan alasannya tidak laku didalam,itulah sering sekali diucapkan para pedagang itu.

Anehnya lagi,bila kita tegur mereka dan menyuruh masuk kedalam agar dipergunakan tempat masing-masing,namun enteng jawabnya,”di badan jalan ini tidak ada hak pasar,hak anda adalah didalam pasar sana,itulah ungkapan mereka sebut orang nomor satu di PD Pasar Sidikalang tersebut.(KT)

Keterangan foto : 1.Alat berat telah membersihkan parit yang dipenuhi dengan sampah di parit yang selama ini diatas parit tersebut dipergunakan para Pedagang Kaki Lima(PKL) (Foto.dok.SIRA Online/KT)
 
Keterangan foto : 2. Para pedagang kelihatan adu argumentasi dengan anggota Satpol PP atas keberatannya tentang penggusuran. (Foto.dok.Mitra/KT)

Staf Ahli Elpianus Sigalingging : Yang Saya Tuntuk Adalah Hak


Sidikalang – SIRA Online
Pada akhir bulan Desember 2013 lalu nyaris Staf ahli Kantor Bupati Dairi Elpianus Sigalingging,SE dengan Sekda Kab.Dairi Julius Gurning,karena elpianus menuntut haknya sebagai PNS dan Eselon II untuk  mendapat atau penerimaan tentang hak dan kewajibannya sebagai abdi negara di republik ini.

Ketika media ini memjumpai mantan Kadis Pariwisata itu,kebetulan ada diruangannya Rabu,(5/2) yaitu sebagai Staf Ahli Kantor Bupati Dairi saat ini menyebutkan,sebenarnya kehadiran saya untuk menghadap Sekda Julius Gurnung adalah dalam rangka tugas bukan mau kombur begitu saja, Namun Sekda tersebut tidak meladenai saya,padahal sudah saya sampaikan kepada ajudannya untuk bertamu.

Namun jawabannya pada saat itu kurang pas,dimana disebutkan tidak ada waktu,padahal saya mau jam berapapun saya akan tunggu,yang penting bisa bertemu dengan Sekda yang kebetulan memang nasipnya mujur menjadi orang nonor satu di kepegawaian di Pemkab Dairi ini. Padahal beliau itu sudah tahu bahwa saat itu adalah menjelang akhir tahun,maklumlah kebutuhan sangat mendesak dan sangat memerlukan.

Dan itupun hak saya yang saya tuntuk sebagai PNS saya direpubelik ini,kan wajar saya menghadap dan mempertanyakan kepada atasan yang mempunyai nasip mujur itu. Padahal beliau tidak sadar bahwa hidup ini ada batas dan keterbatasan mengenai jabatan di dunia ini. Makanya kalau saya adanya kesimpulan hidup bagi saya dan tidak terlampaui ambisius,sebab kekuasaan,jabatan, harta dan kekayaan itu pasti tinggal didunia ,dan tidaka saya bawa mati itu tegas Elpianus Sigalingging,SE mantan PNS dari Sulawesi itu. Dan pernah juga menjadi Kabag Kesra Pemkab Dairi.
Ketika media ini juga mempertanyakan, apakah ada masukan disampaikan orang tim sukses Bupati sekarang kepada Sekda bahwa pak Galingging bukan pendukung Bupati yang menang sekarang ?...Kalau begitu udah repot,sebenarnya kalu kita selaku PNS sudah pasti netral dalam Pilkada. Tapi kalau adapun begitu asumsinya terserah dia. Yang saya tuntut adalah hak dan kewajiban saya sebagai PNS di repubelik ini ujarnya sambil mengakhiri percakapannya dengan media ini.(KT).

Keambisian Lebih Banyak Sisi Negatifnya


Oleh : Koting Tumangger,Sm.PAK

Ambisi, menurut kamus Webster, adalah sebuah dorongan yang kuat untuk mencapai ranking, ketenaran, kehormatan dan kekuasaan; keinginan untuk mencapai tujuan tertentu keinginan yang kuat untuk meraih suatu kemajuan, kedudukan yang lebih tinggi, atau keinginan lain yang lebih luas. Ambisi adalah suatu driving force yang membuat manusia mampu meraih apapun.

Bukan tidak ada keambisian itu ada sisi positifnya , tetapi juga bisa bersifat negatif. Seorang psikolog juga mengatakan,seperti Zig Ziglar disebutkan bila belas kasihan (compassion), kebijaksanaan dan integritas menjadi bahan bakarnya, maka ambisi akan menjadi suatu kekuatan yang luar biasa untuk kebaikan.

Sebaliknya, bila ‘dikendarai’ oleh ketamakan, keserakahan  dan nafsu untuk meraih kekuasaan, ambisi akan menjadi tenaga destruktif yang menghasilkan kerusakan yang parah-pada pribadi yang berada di bawah cengkeramannya, maupun pada orang-orang di sekelilingnya. Ambisi bisa membangun atau menghancurkan kita,sebut Zig Ziglar.

Apalagi kalau yang sekarang di repubelik kita ini yang sering terjadi di tengah-tengah kisruhnya politisi kita ,dan terlebih di internal dalam birokrasi repubelik kita yang saat ini berkecamuk permasalahan tentang korupsi,balas dendam bila dia sebelumnya tidak didukung secara nyata yg dilihat oleh mata kepalanya sendiri,padahal dibirokrasi itu tidak boleh memihak kepada siapapun dalam suatu pilkada,atau dalam pemilu lainnya, dan seorang birokrasi itu harus Independen.

Tetapi anehnya bila seorang politisi pemenangnya dalam arena itu,lebih banyak sisi negatifnya yg dilakukan,dalam istilah jaman kita sekarang “balas dendam”   . Dan dapat kita contohkan yang terjadi direpubelik ini,  bila seorang Kepala daerah sudah duduk di kekuasaannya,maka dia melakukan mutasi,apalagi dibuat secara besar-besaran tentang mutasi terus menerus digulirkan. Sehingga iklim kerja yang kurang sehat,dan dihantui dengan rasa ketakutan oleh bawahannya.

Kekuasaan dalam batas tertentu tak sama halnya dengan kekuatan.  Bagi yang sedang berkuasa, suaranya saja bisa menggerakkan banyak orang, menghasilkan banyak bangunan, menghasilkan harta berlimpah, dan juga memunculkan keadilan. Itulah sebabnya, orang tua pun bisa lupa pada usianya dan orang lemah lupa pada kelemahannya, ketika muncul ambisi meraih kekuasaan.  Padahal, tak sedikit orang yang meskipun sedang memegang kekuasaan masih tak berdaya.    

Sebahagian pemegang kekuasaan tak berdaya menciptakan kemakmuran, keadilan, dan kepedulian bagi rakyatnya.  Rakyat hidup tak terperhatikan, sehingga hidup bagaikan tanpa pemimpin. Inilah keadaan yang sangat dikuatirkan oleh para pemegang kekuasaan beriman.    

Ada juga pemimpin yang tak berdaya menghadapi ketidakmampuan dirinya sendiri. Sudah tak mampu, pendapat orang lain pun tak mau didengar. Akibatnya, pemimpin menjadi sumber malapetaka bagi rakyatnya. 

Orang-orang berdasarkan ambisi meraih suatu kekuasaan didaerah itu sendiri tapi tak dikelola sesuai amanah, akan menjadi penyesatan secara dahsyat.
Ambisi boleh,tetapi jangan ambisius,sebab ambisius sudah dianggap berlebihan,dan tindakannyapun berlebihan yang tidak memakai logika secara naluri,alias memakai hati nurani.

Semogalah repubelik ini akan lebih baik kedepan,dan kesadaran  seseorang yang memegang kekuasaan bukan  berdasarkan keambisian secara negatif. ***
……………………………………………………………………………