Jumat, 09 Desember 2011
Sabtu, 03 Desember 2011
Tiga Minggu Menghilang
Dapot Girsang Ditemukan Tewas Dengan Kondisi Mayat Membusuk
Sidikalang ,SIRA :
Tiga minggu menghilang dari rumah, Dapot Girsang (37) warga Dusun Suhana Desa Pegagan Julu V Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi, ditemukan warga tewas di salah satu gubuk perladangan kopi milik Saut Simaremare di Desa Lae Hole dengan kondisi mayat sudah membusuk, Rabu (30/11).
Penemuan mayat korban yang identitasnya sempat tidak diketahui itu, pertama sekali ditemukan pemilik pondok Saut Simaremare bersama rekannya, Bongot Solin yang kemudian disampikan kepada salah seorang pemilik ladang yang bersebelahan dengan ladang kopinya, January Ompusunggu (24) yang kemudian melalui HP dilaporkan kepada Kepala Desa Laehole, Sihar Sitohang yang kemudian dilanjutkan ke Polres Dairi.
“Pertama tama saya mengetahui keberadaan mayat korban yang sebelumnya tidak dikenal itu, berdasarkan ajakan dari pemilik Pondok, Saut Simaremare didampingi rekannya, Bongot Solin (19), untuk melihat temuan mayat dipondoknya dengan kondisi mayat yang sudah membusuk dan leher masih terikat dengan seutas tali, kemudian saya menyarankan kepada Saut agar penemuan mayat itu segera dilaporkan kepada Kepala Desa maupun kepada pihak kepolisian”, ungkap January kepada Batak Pos usai memberikan keterangan di Mapolres Dairi, Kamis (1/12).
Sementara itu, saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Dairi, saksi Bongot Solin kepada Kasat Reskrim Polres Dairi, Demak Ompusunggu mengaku, yang menghabisi nyawa korban adalah pemilk Pondok, Saut Simaremare dengan motif yang belum jelas karena jawabannya kepada pihak Polisi selalu berbelit-belit, dan diakuinya juga bahwa dia sendiri masih sempat melayangkan pukulan satu kali kepada wajah korban.
“Saya hanya melayangkan pukulan satu kali kepada korban, dan yang membunuh korban adalah pemilik pondok, Saut Simaremare, dengan menggunakan parang, dan saya masih sempat menyaksikan leher korban diikat dengan tali oleh Saut, karena saya tidak tahan melihat darah korban, saat itu, saya langsung meninggalkan pondok”, ungkap bongot saat memberikan keterangan kepada Kasat.
Kapolres Dairi, AKBP Yustan Alpiani yang dihubungi Batak Pos di Mapolres Dairi, menjelaskan, penemuan mayat yang yang sudah membusuk itu, diketahui atas laporan masyarakat, setelah melakukan olah TKP, mayat dievakuasi ke RSUD Sidikalang.
“Penemuan mayat itu, diketahui berdasarkan laporan dari masyarakat, dan setelah kita melakukan olah TKP dan mengumpulkan sejumlah barang bukti, selanjutnya kita mengevakusi mayat ke RSUD Sidikalang, dan karena kita tidak menemukan kartu identitas pada korban maupun di TKP, kita melakukan pemberitahuan melalui Radio untuk dapat diketahui masyarakat”, jelas Yustan.
Yustan mengatakan, “hingg saat ini kita masih melakukan pemeriksaan secara intesif terhadap empat orang saksi termasuk pemilik lahan, Saut Simaremare yang saat ini masih menjalani pemeriksaan, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kita dapat mengungkap motif pembunuhan ini”, kata Yustan.
Saat dihubungi Batak Pos, istri korban, Riama Munthe didampingi Kepala Desa Pegagan Julu V, Situmorang dan sejumlah keluarga di Mapolres Dairi merasa yakin, bahwa mayat yang ditemukan itu benar suaminya, Dapot Girsang, “setelah melihat pakaian dikenakan korban yakni, Jaket kulit warna hitam, kemeja petak-petak, celana pendek dan sarung warna pink, saya merasa yakin bahwa korban adalah suamiku karena, saat berangkat dari rumah, Selasa (8/11) sekitar pukul 6.30 sekitar tiga minggu lalu, dia memakai pakaian itu”,kata Riama seraya meneteskan air mata.
Riama juga mengakui, sejak berumah tangga, korban sering bepergian hingga tiga bulan lamanya, tanpa ia ketahui, sehingga saat dia tidak kembali ke rumah (sejak Selasa (8/11), dirinya maupun kelurga tidak merasa curiga. (Robs)
Keterangan Foto : Berikan Keterangan : salah seorang Saksi yang mengaku menyaksikan pembunuhan Dapot Girsang, Bongot Solin (19), sedang memberikan keterangan kepada Kasat Reskrim Polres Dairi, Demak Ompusunggu di Mapolres Dairi, Selasa (1/12), foto dok ; SIRA/Robinson Simbolon.
Minggu, 27 November 2011
Wakil Bupati Buka Diklat Pol PP Dairi 2011
Sidikalang,SIRA :
Bertempat di aula Sentrum kantor Pusat gereja Kristen protestan pakpak Dairi (GKPPD), Wakil Bupati Dairi, Irwansyah Pasi membuka Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengembangan Kemampuan Aparat Polisi Pamong Praja Dengan TNI/Polri dan Kejaksaan Kabupaten Dairi Tahun 2011, yang diikuti seluruh aparat Satpol PP Kabupaten Dairi, yang dilangsungkan secara bergelombang, Selasa (22/11).

Dalam laporannya, Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Kab. Dairi Drs. Erwin Sihotang, yang dibacakan oleh Drs. Asiroha Tumanggor menyampaikan, penyelenggaraan Diklat tahun ini dilaksanakan dengan maksud untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk melaksanakan tugas secara profesional yang dilandasi kepribadian yang baik sebagai anggota Satpol PP.
Selain itu, tujuan dilaksanakannya Diklat tersebut adalah untuk menciptakan aparatur yang tangguh, handal dan berwibawa, memantapkan sikap semangat dan pengabdian yang berorientasi pada penganyoman dan pemberdayaan masyarakat, menciptakan keamanan visi dan kemajuan pola pikir dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintah umum, masyarakat dan pembangunan demi terwujudnya pemerintahan yang baik, serta menjadi salah satu syarat kompetensi sebagai anggota polisi Pamong Praja.
Pada Diklat yang berlangsung dalam dua gelombang itu, yakni gelombang I selama 3 hari dari tanggal 22/24 nopember 2011, dan gelombang II selama 3 hari tanggal 29 Nopember s/d 1 Desember 2011 dengan pelaksanaan yang berlangsung dari pagi hingga sore harinya itu, Instruktur dan Nara sumber terdiri dari, Pasintel Kodim 0206 Dairi, Kapt. NG. Tarigan, Kasat Reskrim Polres Dairi, AKP. D. Oppusunggu, serta dari Kejaksaan negeri Sidikalang dan Satpol PP Provinsi Sumatera Utara. Materi yang disampaikan masing-masing narasumber menurut kemampuan dan spesifikasi masing-masing dalam hubungannya dengan tugas Pol PP.
Dalam sambutannya, Wabup Irwansyah Pasi menyampaikan bahwa, posisi tenaga Pol PP sangat strategis dalam mengawal setiap kebijakan dan peraturan daerah, disamping sebagai tenaga pengawalan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Sehingga, melalui Diklat terhadap Pol PP itu, diharapkan agar anggota Satpol PP memahami berbagai tugas dan peraturan menurut jenjangnya.
“Tugas Pol PP secara umum, membina ketentraman dan ketertiban masyarakat, Memberi peringatan dini dan penanggulangan pemeliharaan trantibmas, serta tugas yang melekat yakni penegakan peraturan daerah dan keputusan Bupati serta Keputusan lain yang dihasilkan oleh pemerintah yang harus ditaati oleh semua pihak dengan kewenangan prosedural,” ungkap Wabup.
Wabup mengakui, tugas Pol PP sangat berat oleh karenanya dengan mengikuti Diklat dan dengan komitmen yang kuat, diharapkan semangat serta konsisten dalam melaksanakan tugas, personil Pol PP dengan tugas yang dipikul akan terasa ringan dan baik dilaksanakan.
Terkait, adanya informasi oknum Pol PP, beberapa waktu lalu melakukan pungutan dan meminta sejumlah uang dari oknum aparatur yang kebetulan di razia, Wabup berpesan kepada peserta Diklat, untuk tidak meniru dan melakoninya lagi. Dia mengingatkan, peraturan akan tetap ditegakkan kepada seluruh aparatur yang tidak mematuhi peraturan yang berlaku, demikian halnya kepada pelaku yang dimaksud.
Kepada Nara sumber, Irwansyah berharap, agar narasumber dan pelatih dapat memberikan yang terbaik kepada peserta Diklat, sehingga apa yang diinginkan bisa dicapai dengan baik, dan kepada panitia dan peserta, Wabup juga berpesan untuk senantiasa bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh mengikuti pelatihan itu sehingga apa yang diinginkan dapat tercapai sesuai dengan program. (Robs)
Keterangan Foto: Peserta Diklat : Para peserta Diklat Pol PP yang terdiri dari personil Pol PP, baik ONS dan Banpol, pada pembukaan Diklat yang dibuka Wabup Dairi, Irwansyah Pasi, SH, Selasa, (22/11). Foto Dok SIRA Robinson Simbolon.
Bertempat di aula Sentrum kantor Pusat gereja Kristen protestan pakpak Dairi (GKPPD), Wakil Bupati Dairi, Irwansyah Pasi membuka Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengembangan Kemampuan Aparat Polisi Pamong Praja Dengan TNI/Polri dan Kejaksaan Kabupaten Dairi Tahun 2011, yang diikuti seluruh aparat Satpol PP Kabupaten Dairi, yang dilangsungkan secara bergelombang, Selasa (22/11).

Dalam laporannya, Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Kab. Dairi Drs. Erwin Sihotang, yang dibacakan oleh Drs. Asiroha Tumanggor menyampaikan, penyelenggaraan Diklat tahun ini dilaksanakan dengan maksud untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk melaksanakan tugas secara profesional yang dilandasi kepribadian yang baik sebagai anggota Satpol PP.
Selain itu, tujuan dilaksanakannya Diklat tersebut adalah untuk menciptakan aparatur yang tangguh, handal dan berwibawa, memantapkan sikap semangat dan pengabdian yang berorientasi pada penganyoman dan pemberdayaan masyarakat, menciptakan keamanan visi dan kemajuan pola pikir dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintah umum, masyarakat dan pembangunan demi terwujudnya pemerintahan yang baik, serta menjadi salah satu syarat kompetensi sebagai anggota polisi Pamong Praja.
Pada Diklat yang berlangsung dalam dua gelombang itu, yakni gelombang I selama 3 hari dari tanggal 22/24 nopember 2011, dan gelombang II selama 3 hari tanggal 29 Nopember s/d 1 Desember 2011 dengan pelaksanaan yang berlangsung dari pagi hingga sore harinya itu, Instruktur dan Nara sumber terdiri dari, Pasintel Kodim 0206 Dairi, Kapt. NG. Tarigan, Kasat Reskrim Polres Dairi, AKP. D. Oppusunggu, serta dari Kejaksaan negeri Sidikalang dan Satpol PP Provinsi Sumatera Utara. Materi yang disampaikan masing-masing narasumber menurut kemampuan dan spesifikasi masing-masing dalam hubungannya dengan tugas Pol PP.
Dalam sambutannya, Wabup Irwansyah Pasi menyampaikan bahwa, posisi tenaga Pol PP sangat strategis dalam mengawal setiap kebijakan dan peraturan daerah, disamping sebagai tenaga pengawalan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Sehingga, melalui Diklat terhadap Pol PP itu, diharapkan agar anggota Satpol PP memahami berbagai tugas dan peraturan menurut jenjangnya.
“Tugas Pol PP secara umum, membina ketentraman dan ketertiban masyarakat, Memberi peringatan dini dan penanggulangan pemeliharaan trantibmas, serta tugas yang melekat yakni penegakan peraturan daerah dan keputusan Bupati serta Keputusan lain yang dihasilkan oleh pemerintah yang harus ditaati oleh semua pihak dengan kewenangan prosedural,” ungkap Wabup.
Wabup mengakui, tugas Pol PP sangat berat oleh karenanya dengan mengikuti Diklat dan dengan komitmen yang kuat, diharapkan semangat serta konsisten dalam melaksanakan tugas, personil Pol PP dengan tugas yang dipikul akan terasa ringan dan baik dilaksanakan.
Terkait, adanya informasi oknum Pol PP, beberapa waktu lalu melakukan pungutan dan meminta sejumlah uang dari oknum aparatur yang kebetulan di razia, Wabup berpesan kepada peserta Diklat, untuk tidak meniru dan melakoninya lagi. Dia mengingatkan, peraturan akan tetap ditegakkan kepada seluruh aparatur yang tidak mematuhi peraturan yang berlaku, demikian halnya kepada pelaku yang dimaksud.
Kepada Nara sumber, Irwansyah berharap, agar narasumber dan pelatih dapat memberikan yang terbaik kepada peserta Diklat, sehingga apa yang diinginkan bisa dicapai dengan baik, dan kepada panitia dan peserta, Wabup juga berpesan untuk senantiasa bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh mengikuti pelatihan itu sehingga apa yang diinginkan dapat tercapai sesuai dengan program. (Robs)
Keterangan Foto: Peserta Diklat : Para peserta Diklat Pol PP yang terdiri dari personil Pol PP, baik ONS dan Banpol, pada pembukaan Diklat yang dibuka Wabup Dairi, Irwansyah Pasi, SH, Selasa, (22/11). Foto Dok SIRA Robinson Simbolon.
Sosialisasi Bahaya Terorisme Di Dairi
Wabup : “Terorisme Merupakan Ancaman Global Yang Terorganisir”
Sidikalang ,SIRA :
Untuk meningkatkan pengetahuan wawasan dan pemahaman masyarakat Dairi terhadap bahaya terorisme yang mencakup pengertian, ruang lingkup dan langkah-langkah konstruktif dalam mengantisipasi bahaya terorisme, Pemkab Dairi melaksanakan sosialisasi bahya terorisme dengan thema”Pentingnya Kewaspadaan Dini Masyarakat Untuk Mengantisipasi Bahaya Terorisme”, berlangsung di Bale Karina Sidikalang, Rabu (23/11).
Demikian disampaikan Ketua panitia sosialisasi, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Dairi, Rahmatsyah Sitepu dalam laporannya pada acara sosialisasi bahaya terorisme yang dibuka resmi Wakil Bupati Dairi, Irwasyah Pasi serta diikuti seratusan peserta yang terdiri dari, Pelajar, tokoh masyarakat, tokoh Agama, Tokoh Pemuda, tokoh adat dan masyarakat lain.
Wakil Bupati dalam kata sambutannya mengingatkan bahwa, terorisme merupakan ancaman global yang terorganisir dengan baik dan militan yang tidak mengenal batas Negara, kekebalan diplomatik dan palang merah, serta tidak mempedulikan wanita maupun anak-anak, sehingga target sasaran merupakan sasaran strategis yang menimbulkan korban dalam jumlah besar dan fantastis sehingga menimbulkan rasa takut yang berlebihan di tengah masyarakat.
Pada acara sosialisasi yang menghadirkan 3 orang nara sumber yakni, BIN wilayah Sumut, Yusak Tarigan, Kasat Intel Polres Dairi, AKP Edy Irwanto, dan Pasintel Kodim 0206 Dairi, Kapt.Inf. NG Tarigan itu, Wabup Irwansyah yang juga Ketua Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Dairi berharap, agar melalui sosialisasi bahaya terorisme itu, seluruh peserta dapat memahami dan berkomitmen untuk ikut serta berperan dalam mewaspadai bahaya terorisme.
Diakuinya, situasi dan kondisi di Dairi terpantau aman dan kondusif, namun demikian Wabup mengajak masyarakat untuk tetap waspada dari ancaman, karena ancaman akan selalu mengintai dari berbagai arah dengan berbagai bentuk sehingga, melalui sosialisasi itu, seluruh peserta dapat memanfaatkannya dengan baik, untuk dapat mengenali deteksi dini ancaman terorisme yang menurutnya, karena efek kerusakan yang ditimbulkannya membawa dampak jangka panjang.(Robs)
Keterangan Foto : Sosialisasi Bahaya Narkoba : Wakil Bupati Dairi, Irwansyah Pasi, SH (no 2 dari kiri), didampingi tiga orang Narasumber, sedang memberi sambutan pada acara sosialisasi bahaya Teroris di Bale Karina Sidikalang, Rabu (23/11) .foto dok SIRA Robinson Simbolon
Langganan:
Postingan (Atom)
