Kamis, 19 April 2012

H.Safriadi Cabub Aceh Singkil Miliki Sosok Seorang Pemimpin

Aceh Singkil,SIRA :
Semua manusia didunia yang fana ini(dalam bahasa Pakpak disebutkan “Dunia simangko-angko en) sama dihadapun Allah,hanya bedanya ada talenta yang sudah digariskan Allah,misalnya ada yang kaya dan ada yang miskin,ada yang pintar dan ada yang bodoh,mungkin ada manusia itu yang pendek dan ada juga yang tinggi dan lain sebaginya.Tentu semua itu adalah ciptaan Tuhan,dan semuanya baik dihadapaNya sehingga hadi dibumi ini.


Begitu juga kehadiran H.Safriadi yang nama lengkapnya adalah H Safriadi Manik SH, biasanya bagi masyarakat Aceh Singkil lebih mengenalnya dengan panggilan Oyon. 
H.Safriadi yang asli kelahiran Rimo, 25 Januari 1965 itu ,juga dikenal sebagai politisi dan pengusaha sukses di bidang perkebunan sawit, jasa angkutan, dan pemilik sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Singkil dan Subulussalam.
Sementara kiprahnya dibidang politik politik, Safriadi alias Oyon juga terbilang sukses. Kenapa dikatakan dibidan politik juga sukses, sebab sampai saat ini beliau masih sebagai Wakil Ketua DPRK Aceh Singkil untuk periode 2009-2014 dan merupakan jabatan periode kedua yang diembannya di lembaga legislatif tersebut.
Oyon saat ini masih menduduki sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PBR Aceh Singkil untuk periode ke-2 terhitung sejak 2003,dan sampai sekarang ,ketika beliau mencalonkan diri menjadi Calon Wakil Bupati Aceh Singkil priode 20212-2017
Disamping itu H.Safriadi mencalonkan diri sebagai Bupati Aceh Singkil dari Partai PBRS,Partai Golkar Aceh Singkil juga ikut mendukung, termasuk perahunya untuk melaju ke Cabub. Sementara menjaring bakal calon bupati/wakil bupati menghadapi Pilkada 2012, ternyata nama Oyon unggul dari Partai Golkar, sehingga beliau dipaasangkan dengan calon wakil bupati, Dul Mursyid, juga dari kader Golkar.
H.Safriadi Manik,SH yang sering disebut-sebut Oyon itu yang tinggal di Gunung Meriah, kawasan dengan jumlah pemilih terbanyak di Aceh Singkil. Pengalamannya maju sebagai calon Bupati Aceh Singkil sudah pernah diterobosnya pada Pilkada 2006 lalu namun kalah tipis dari rivalnya, Almarhum H.Makmur Syah Putra mantan Bupati Aceh Singkil, terganjal aturan. 
Selain diusung Golkar yang memiliki enam kursi di DPRK Aceh Singkil, Oyon juga dijagokan partainya sendiri (PBR) yang memiliki dua kursi, PPRN (satu kursi), dan PPD (satu kursi). Akankah perahu Golkar mampu mengantarkan Oyon meraih harapan? Tentu untuk meraih menjadi orang nomor satu di Aceh Singkil itu besar kemungkinan, karena sosok pengusaha muda ini loyal kepada anggotanya selam ini,tentu bila sudah juga nanti menjadi Bupati, masyarakat juga sangat yakin dapat memimpin dengan baik daerah penghasil sawit dan ikan laut,serta hasil pertanian lainnya ungkap beberap orng tokoh Agama, Ulama, tokoh masyarakat, dan Kepemudaan di Aceh Singkil baru-baru ini kepada wartawan SIRA yang mengaku bernama Sarjono, D.Manik,S.Berutu, M.Tumangger, serta warga masyarakat Singkil lainnya urai mereka.
Ditempat terpisah, Ketua Umum Ruslan Berutu dan Sekjend.Ahmadi Berampu DPP-KNPPI (Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Pakpak Indonesia menyebutkan, siap memenangkan nomor satu,bahkan dalam kampanye di Kilangan dan Kuala Baru kita akan ikut kampanye sebut Sekjend.Selaku putra Pakpak yang netral. (SR-01) 

Kata Bharat Merupakan Kiasan,Menurut Pemerkarsa “Panutan”

Pakpak Bharat,SIRA :
Ketua Lembaga Adat Budaya Pakpak Simsim (LABPS) Kabupaten Pakpak Bharat. JH. Manik mengatakan bahwa LABPS didirikan untuk dan demi mempertahankan budaya asli Pakpak Simsim, dimana menurutnya kekhawatiraan akan terkon-taminasinya tatanan dan budaya Pakpak ini dengan budaya moderen, bahkan jika kita renungkan, saat ini simsimlah merupakan harapan benteng terakhir mempertahankan adat budaya pakpak itu sendiri.


Maka untuk menjaga eksistensi budaya Pakpak Simsim adalah kita harus mampu mengimplementasikanya di tatanan hidup kita sehari hari. Agar harapan kita adat budaya Pakpak akan tetap nantinya dapat dikenal dan dipertahankan oleh kaum muda atau generasi Pakpak.
JH. Manik juga mengatakan, kata Bharat adalah merupakan kiasan yang artinya menurut pemerkarsa adalah “Panutan,” dimana wilayah Kabupaten Pakpak bharat adalah meliputi wilayah simsim, oleh sebab itu tokoh budaya ini mengajak, ”marilah kita sama-sama membangun, menjaga Kabupaten Pakpak Bharat dengan memperkuat budaya dan adat Pakpak,” katanya sembari mengingatkan. (SR-01)

Diduga Adanya Pungli Oknum Sekdes, Seputar Pensertifikatan Tanah

Pakpak Bharat,SIRA :
Ada kesan sikap dan prilaku yang kurang terpuji yang dilakukan oknum Sekdes Kuta Meriah Inisial (SS) Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat. Dugaan KKN yang dilakukan, hal ini bisa mencoreng nama baik pemerintah. Seyogianya seorang sekretaris desa bertugas sebagai pengayom masyarakatnya alias bukan untuk mengkelabui warganya.


Selaku Sekretaris Desa (SS) ada tudingan bagaikan ada terkesan penyalahan wewenang,sehingga diduga ada pungli untuk kepentingan pribadinya,dimana pada tahun 2009 yang lalu, oknum SS melalui program pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat mengadakan program daerah sertifikasi tanah penduduk yang kurang mampu tanpa di pungut biaya sepanjang yang berhubungan biaya pengurusan sertifikat kebadan pertanahan nasional (BPN) Kabupaten Pakpak Bharat.
Namun seyogianya terdapat biaya yang menjadi beban pemilik tanah yang di sertifikat hanyalah yang menyangkut dengan kepengurusan atas alas hak pemilik antara lain seperti akta jual beli dan surat hibah sesuai dengan surat edaran Bupati yang ditujukan kepada para Camat dan para Kepala Desa Sekabupaten Pakpak Bharat dengan nomor surat 593/0179/TAPEM/I/2009 perihal PRODA sertifikasi tanah penduduk kurang mampu tanpa biaya tertanggal 16 januari 2009 lalu yang ditanda tangani Bupati Pakpak Bharat HM Berasa ketika itu.Tapi anehnya oknum sekretaris desa (SS) ternyata tidak menghiraukannya bahkan oknum SS tega mengkelabui warganya dengan cara meminta sejumlah uang dari puluhan warga yang mengurus setifikat tanah dimaksud besaran dana diperkirakan Rp.600.000_sampai dengan Rp.1.000.000_per-sertifikat tanah sebagaimana yang diterangkan sejumlah warga yang mengurus sertifkat tanah dimaksud.
Oknum SS saat dikomfirmasi dirumahnya dusun Laembereng,Desa Kuta Meriah,Kecamatan Kerajaan baru-baru ini langsung mengakui perbuatan itu dari keterangannya bahwa sejumlah uang yang dikutipnya itu digunakan sebahagian untuk uknum pejabat di BPN Salak.Sementara Kepala Desa Kuta Meriah Budiarti Sitakar saat dikomfirmasi dirumahnya menjelaskan selama kepemimpinannya selaku kepala desa oknum sekretasis Desa SS selalu berbuat,tanpa kordinasi, bahkan apa yang kita sarankan ,seolah-olah kurang dihiraukan.Terkait dugaan pungli program sertifikat tanah yang dilakukan SS pada warganya diakuinya telah bertentangan dengan surat edaran Bupati. ”sebelumnya kepdes telah mengingatkan oknum SS namun dianggap angin berlalu ”pungkasnya. 
Informasi lain yang diperoleh wartawan SIRA, sikap tidak terpuji yang dilakukan oknum SS sebenarnya bukan hanya itu saja,dari keterangan beberapa warga yang meminta namannya tidak dipublikasikan bahwa oknum SS selalu bertindak sendiri kepada warganya, bahkan beliau tidak menganggap Kepala Desa adalah atasannya. Dalam permasalahan ini,sebelumnya SIRA meng-konfirmasi Kepala BPN Pakpak Bharat, Drs.R. Sinamo di talutuk ketika saat mengunjungi perselisihan lahan warga,dia mengatakan terkait kepengurusan PRODA Pakpak Bharat tahun anggaran 2009 menegaskan tidak ada kutipan.Bila hal ini ada kebenarannya,pihak yang berkompoten segera bertindak cepat dengan memanggil beberapa saksi-saksi korban atas adanya dugaan pungli yang dilakukan oknum SS.(JM)

SD No.034817 Kuta Babo Maksimalkan Dana BOS

Pakpak Bharat SIRA :
SD Nomor 034817 Desa Paronggil Jehe Kecamatan Tinada,Kabupaten Pakpak Bharat yang dipimpin kepala Sekolah Japentus Simamora bertekat memaksilmalkan penggunaan dana BOS untuk kemajuan sekolah baik dalam pengajaran dan peningkatan mutu pendidikan,dengan melibatkan seluruh komponen sekolah mulai dari keterlibatan kepala sekolah,komite se-kolah, para guru dan dinas untuk pengelolaan dan BOS disekolah tesebut.Hal itu disampaikan Japentus Simamora saat berbincang-bincang dengan beberapa wartawan 16/03 diruangannya.


Lebih lanjud japentus Simamora menerangkan Jumlah siswa/I yang dipimpinnya tahun anggaran 2011/2012 sebanyak 91 orang dan mendapat dana BOS T.W I sebesar Rp.13.195. 000­ dimana penggunaan dana tersebut diprioritaskan untuk pembelian/penggatian buku pelajaran tematik dan kelas tinggi yang hilang,serta pembiayaan les sore kelas VI untuk persiapan menghadapi ujian nasional (UN).Sedangkan dalam menjalankan administrasi keuangan dalam penggunaan seluru dana yang masuk kesekolahnya dikelola oleh bendahara sekolah N.Beru Sinaga ujar Kepala Sekolah kepada SIRA.
Beberapa orang tua murid yang berhasil dijumpai wartawan di kuta babo mengatakan bahwa semenjak kepeminpinan japentus Simamora sekolah telah banyak menuai perubahan baik dari segi mutu pendidikan telihat dari adanya peningkatan tingkat kelulusan siswa/I sedangkan segi fisik sekolah mengutamakan kenyamanan dalam proses belajar mengajar disetiap kelas yang didukung dengan fasilitas sederhana ”ujar orang tua murid bangga.
Hal senada juga diungkapkan beberapa guru yang ada disekolah tersebut,bahwa kepsek japentus Simamora selalu melakukan pembinaan-pembinaan kedisplinan terhadap guru untuk diterapkan kepada anak didik.”kepsek tidak akan sungkan-sungkan memberikan peringatan kepada guru yang kurang displin dalam waktu”.Ujar guru.(JM)