Jumat, 25 November 2011

Diduga Lakukan Penyelewengan :

Kades Sosor Lontung Dilapor Warganya Ke Polisi
Sidikalang, SIRA :
Diduga telah melakukan penyelewengan dalam menjalankan roda pemerintahan Desanya, oknum Kepala Desa (Kades) Amborgang Sosor Lontung Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi, SS dilaporkan puluhan orang warganya ke Polres Dairi.

Laporan itu disampaikan berbentuk laporan tertulis yang ditandatangani sekitar 25 kepala keluarga (KK) warga yang diperwakilkan kepada salah seorang warganya, Kamman Manullang (52), yang menuding Kadesnya SS, telah melakukan sejumlah tindakan hingga mersahkan warga Sososr Lontung.
Hal itu disampaikan Kamman Manullang kepada SIRA di Mapolres Dairi usai mempertanyakan, sejauh mana pihak Polisi menindaklanjuti laporan warga terkait dengan sejumlah tindakan oknum SS yakni, Ada dugaan kutipan 20 ribu rupiah dari setiap warga yang menerima Tabung LPG 3 kg, mempersulit warga yang mengurus KTP dan surat-surat lain karena SS jarang berada di rumah, harga Raskin yang dijual diatas HET, dan penggunaan ADD yang tidak pernah melakukan koordinasi dengan warga.
“Tujuan saya kemari, hanya untuk mengetahui sejauh mana pihak Polisi telah menindak lanjuti laporan pengaduan yang kami serahkan secara tertulis pada Kamis yang lalu (17/11) yakni, sejumlah penyelewengan yang dilakukan oknum Kades SS hingga meresahkan kami warga Desa Sosor Lontung”, ungkap Kamman seraya menunjukkan laporan tertulis yang ditujukan kepada Kapolres Dairi, dengan tembusan Camat Siempatnempu, Kapolsek Bunturaja, DPRD Dairi, dan Kajari Sidikalang, Senin (21/11).
Kamman mengakui, dirinya sudah pernah diundang oleh pihak Polsek Bunturaja terkait dengan laporan masyarakat itu, namun karena desakan dari sejumlah warga yang menginginkan laporan mereka secepatnya diselesaikan oleh pihak kepolisian, ia terpaksa kembali mempertanyakan hal itu ke pihak Polres Dairi.
Sementara itu, Kapolsek Bunturaja, AKP Hasian Panggabean yang dihubungi SIRA melalui selulernya mengaku telah mengundang pelapor ke Polsek Bunturaja, guna penyelidikan laporan warga karena menurutnya, tujuan laporan warga adalah Polres Dairi, sementara surat yang diterima polsek Bunturaja merupakan tembusan. (Robs)
Keterangan Foto : Warga Desa Sosor Lontung Kecamatan Siempatnempu, Kamman Manullang sedang menjelaskan, warga yang melaporkan Kades SS ke Polres Dairi, di Mapolres Dairi, Senin (21/11). Foto dok : Robinson Simbolon.

Rabu, 02 November 2011

Lakukan Pencemaran Nama Baik Melalui SMS

Kepala Inspektorat Dairi Melaporkan Salah Seorang Stafnya Ke Polisi
Sidikalang,SIRA :
Merasa nama baiknya telah dicemarkan melalui pesan singkat (sms), kepala Inspektorat Kabupaten Dairi, Edward Hutabarat melaporkan salah seorang stafnya, HS (56) ke Polres Dairi.

Edward menerima pesan singkat yang menurutnya telah menncemarkan nama baiknya, diduga dilakukan salah seorang stafnya pada hari Minggu (16/10), dan setelah ditunggu hingga dua hari tidak ada permintaan maaf dari tersangka, akhirnya Edward yang juga mantan Kabag Hukum Pemkab Dairi itu, melaporkan kejadian itu ke Mapolres Dairi, Selasa (18/10).
Hal itu disampikan Edward Hutabarat kepada SIRA di Mapolres Dairi, usai memberikan keterangan kepada Juru periksa Polres Dairi, Brigadir Johan Banurea, yang menangani kasus pencemaran nama baik itu, Rabu (2/11), “setelah kita tunggu-tunggu hingga dua hari, tidak ada permintaan maaf dari pengirim SMS itu, akhirnya pada hari selasa (18/10), kita melaporkannya ke pihak Polres Dairi”ungkap Edward seraya menandatangani berkas berita acara pemeriksaan keterangan yang disampaikannya ke pihak penyidik.


Selasa, 01 November 2011

Masyarakat Desa Alur Subur Datangi DPRD Dairi

                                                                                     Sidkalang,SIRA :
Belas orang masyarakat yang mewakili seluruh masyarakat Desa Alur Subur Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi, mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Dairi, Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Senin (30/10).

Maksud kedatangan mereka ke gedung dewan itu adalah untuk menyampaikan sejumlah keluhan terkait dengan pembangunan jembatan Dusun Simpang Aman yang dikerjakan pihak rekanan CV.Aek Lung karena, pihak rekanan membongkar jembatan lama tanpa membangun jembatan darurat atau temporer dan tanpa melakukan pemberitahuan kepada warga sehingga, warga Desa Alur Subur merasa sangat dirugikan karena, harga kebutuhan pokok di Desa itu semakin tinggi, sementara harga jual hasil pertanian warga semakin merosot akibat Desa mereka tidak dapat dilalui kenderaan Roda empat.
Keluhan itu disampaikan juru bicara warga Alur Subur, Bonitra Sinulingga dan P. Tumanggor kepada sejumlah anggota DPRD Dairi yang menerima kedatangan warga diantaranya, Wakil Ketua DPRD Dairi, Suparto Gultom, Dahlan Sianturi, Martua Anahampun, dan Ketua Komisi B DPRD Dairi, Saut Martua Ujung, di Ruang Rapat Komisi B DPRD Dairi, Senin (31/10).
Pada Pertemuan yang juga dihadiri Camat Tanah Pinem, Tambar Malem Barus, Kasat Intel Polres Dairi, Edy Irwanto dan Kasat Bimas, P. Pardede itu, Suparto Gultom spontan mengundang da mendatangkan Kadis Bina Mrga Dairi, Binsar Barasa yakni untuk menjawab keluhan masyarakat terkait dengan pembangunan Jembatan yang tidak memiliki jembatan temporer itu.
Untuk menjawab keluhan warga yang merasa dirugikan itu, Binsar Barasa mengakui bahwa pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan Jembatan itu, tidak ada biaya untuk pembuatan Jembatan temporer yang dapat dilalui kenderaan roda empat, dan yang ada hanya pembuatan jembatan darurat untuk kenderaan roda dua seperti yang ada saat ini, namun pihaknya berjanji akan melakukan koordinasi dengan pihak rekanan.
Dikatakannya, untuk membuat Jembatan sementara yang dapat dilalui kenderaan roda empat, sesuai dengan kondisi lokasi prmbangunan jembatan yang berada di daerah terjal itu, pihaknya memerlukan biaya sedikitnya 100 juta rupiah yang menurutnya, dengan biaya sebesar itu, lebih bagus digunakan untuk bangunan lainnya. Ketika SIRA mempertanyakan kepada Direktur CV.Aeklung Tasik Silaban di kantor PU Binamarga 1/11-2011 menyebutkan,tidak mungkin saya buat jalan artenatif sebab dana pembuatan jalan alternatif itu biayanya ratusan juta rupiah sebutnya sambil meninggilkan wartawan SIRA dengan menaiki mobil pribadinya merek KijangInova.(robs/SR-01). 
Keterangan Foto : Sampikan keluhan ;perwakilan masyarakt Desa Alur Subur kepada anggota DPRD Dairi terkait permasalahan pembangunan jembatan temporer/darurat di ruang rapat Komisi B. (Foto. dok.SIRA / Robinson Simbolon)

Satpol PP Dairi Lakukan Penyuluhan Pencegahan Narkotika Terhadap Seribu Orang

Sidikalang,SIRA :
Dalam 10 hari, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Dairi melakukan penyuluhan pencegahan peredaran dan penggunaan Narkotika terhadap seribu orang warga, terutama siswa SMP dan SMA yang ada di 10 Kecamatan.

Hal itu disampaikan Kasat Pol PP Dairi, Erwin Sihotang kepada SIRA di halaman Kantor Pol PP Sidikalang, saat mengadakan pembinaan terhadap sejumlah siswa yang terjaring di sejumlah warnet dan Billyard, pada saat jam sekolah, Selasa (1/11).
Dikatakannya, pada kegiatan penyluhan Narkotika yang dilaksanakan dua gelombang yang berlangsung sejak 3 hingga 29 Oktober itu, pihaknya melakukan kerjasama dengan sejumlah pihak yakni, Sat Narkoba Polres Dairi yang sekaligus menjadi naraumber pada kegiatan, pihak Kecamatan, sekolah ,masyarakat yang ada di kecamatan.
“Pada kegiatan penyuluhan pencegahan peredaran dan penggunaan Narkotika yang kita laksanakan di Kantor Camat maupun Gereja itu, kita melakukan kerjasama dengan sejumlah pihak seperti, Sat Narkoba Polres Dairi, pihak kecamatan, sekolah dan tokoh masyarakat, sementara yang menjadi peserta penyuluhan terdiri dari siswa dan Guru, Perangkat Desa dan unsur pemuda serta Karang Taruna”kata Erwin.
Melalui kegiatan penyuluhan itu, Erwin berharap, masyarakat Kabupaten Dairi terutama generasi muda semakin sadar tentang bahaya penggunaan Narkoba dan ancaman hukuman terhadap pengedar, maupun yang menggunakan Narkotika itu. BIN
Keterangan Foto : Pembinaan : Kasat Pol PP Pemkab Dairi, Erwin Sihotang sedang melakukan pembinaan terhadap sejumlah siswa SMA yang terjaring dari sejumlah Warnet dan lokasi Billyard pada jan sekolah, Selasa (1/11) foto dok SIRA Robinson Simbolon.